Aksi Tuntutan Transfaransi CSR PLTU Banten 2 Kembali Digelar Aliansi Mahasiswa Pandeglang

Aksi Tuntutan Transfaransi CSR PLTU Banten 2 Kembali Digelar Aliansi Mahasiswa Pandeglang
Aksi Mahasiswa Kembali di Gelar di PLTU Banten 2 Labuan, Jumat (18/9/2020)

PANDEGLANG, - Aliansi Mahasiswa dari organisasi AGMI, AMIRA, GPMI, HIMPARAN, LKP2M BANTEN, JPMI, KOPRMA GPII kembali menggelar aksi unjuk rasa menuntut transfaransi pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan meminta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 2 Labuan, Jumat (18/9/2020).

“Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan atas ketidakterbukaan informasi publik dan besarnya anggaran CSR yang merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat sekitar yang terdampak,"ujar Entis Sumantri, Koordinator Lapangan dalam orasinya di depan PLTU Banten 2 Labuan di Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Menurut Entis, pihaknya menduga bahwa PLTU Banten 2 Labuan telah merusak ekosistem Alam dan Lingkungan Hidup sesuai dengan UU NO. 32 tahun 2009 tentang ”Perlindungan dan pengelolahan Lingkungan Hidup seperti diamanatkan dalam pasal 28 H UUD Negara RI tahun 1945 “Bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia.

"Bahkan PLTU 2 labuan adalah Holding dari BUMN, dimana Badan Usaha Milik Negara Sudah di atur Dalam UU NO. 19 Tahun 2003, dalam Undang – Undang Nomor 40 tahun 2007 Pasal 74 (1), “Tentang Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan," tegas Entis

Tidak hanya itu kata Entis, PLTU Banten 2 Labuan wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), karena Indonesia Power merupakan salah satu anak Perusahaan PT PLN (Persero) sebagai perusahaan pembangkit tenaga listrik independen yang berorientasi bisnis murni dengan kegiatan utama bisnis perusahaan saat ini yakni fokus sebagai penyedia tenaga listrik melalui pembangkitan tenaga listrik dan sebagai penyedia jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik yang mengoperasikan pembangkit yang tersebar di Indonesia.

"Tetapi fakta dilapangan CSR sesuai hasil informasi dan pemantuan Pengalokasiannya kepada Masyarakat, serta kecamatan- kecamatan Penyanggah dikelola secara tidak transparan,”imbuhnya

Hal senada diungkapkan Fikri Anidzar, PLTU Banten 2 Labuan semestinya mengelola dana Corporate Social Responsibility (CSR) secara transparan, dan tanggung jawab sesuai dengan aturan yang ada.

“Pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai tanggung jawab Sosial Perusahaan harus dilaksanakan sesuai dengan aturan untuk menciptakan citra positif di masyarakat,” papar Fikri Anidzar, Koordinator Lapangan Aksi dari Korpma GPII.

Fikri Anidzar menambahkan, sebagaimana dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 ayat (4) Pasal 74 sebagai pelaksanannya diatur oleh Peraturan Pemerintah.

"Dalam hal ini Peraturan Pemerintah (PP) yang dimaksud adalah PP Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Pada Pasal 2 disebutkan bahwa Setiap Perseroan selaku subjek hukum mempunyai tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dalam Pasal Pasal 3 yaitu Tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 menjadi kewajiban bagi perusahaan," terangnya

Ditempat yang sama, Iding Gunadi dari organisasi LKP2M Banten menanggapi, ada 5 pilar yang mencakup kegiatan CSR yang harus dipertanggung jawabkan perusahaan Indonesia Power Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 2 Labuan diantaranya, pengembangan kapasitas SDM di lingkungan masyarakat sekitarnya, dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan wilayah kerja perusahaan, pemeliharaan hubungan relasional, perbaikan tata kelola perusahaan yang baik, serta pelestarian lingkungan, baik lingkungan fisik, sosial serta budaya.

“Tanggung jawab perusahaan dalam pelaksanaan CSR harus melakukan Pelestarian lingkungan, dan pengembangan kapasitas SDM di lingkungan masyarakat sekitarnya agar perusahaan dalam pelaksanaan CSR melaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat,” jelas Koordinator Lapangan Aksi dari LKP2M Banten.(RED)