Huntap Diduga Gunakan Pasir Laut, Konsultan Harus Bertanggung Jawab

Huntap Diduga Gunakan Pasir Laut, Konsultan Harus Bertanggung Jawab
Huntap Diduga Gunakan Matrial Pasir Laut

PANDEGLANG, - Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten diduga menggunakan pasir laut membuat geram aktivis Badak Banten.

Kepada awak media, Samsuni seorang aktivis Badak Banten mengatakan, proyek permukiman yang diperuntukan bagi warga korban bencana tsunami itu, menelan anggaran Rp. 3.436.295.000,- diharapkan dapat menghasilkan bangunan berkualitas.

Namun kata Samsuni, dari pemberitaan media yang beredar proyek yang diluncurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, dilaksanakan CV. Raja Adil Mandala bernomor kontrak: 640/05-KONTRAK.HUNTAP/BPBD/VI/2020, dalam pekerjaannya diduga menggunakan material pasir laut, sangatlah disayangkan. Karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan mutu bangunan.

"Jika hal ini benar, tentunya tidak hanya konsultan perencana akan tetapi pihak konsultan pengawas dari CV Trimitra Mulia Utama, harus lebih bertanggung jawab," pungkasnya

Sementara Direktur Pelaksana dan Direktur Konsultan Pengawas Pembangunan Huntap, hingga kini belum dapat terkonfirmasi. (Red)