Ketua RPM, Abas Ranta Minta Korban Asusila dan Kekerasan Anak Tidak Takut Lapor ke Penegak Hukum

Ketua RPM, Abas Ranta Minta Korban Asusila dan Kekerasan Anak Tidak Takut Lapor ke Penegak Hukum
Ketua RPM, Abas Ranta Minta Korban Asusila Untuk Tidak Takut Lapor Polisi

PANDEGLANG, – Kejahatan asusila dan kekerasan terhadap anak dibawah umur seakan tak pernah berhenti terjadi di negeri ini. Ironisnya, tak sedikit korban prilaku bejat moral itu pun yang merasa takut dan malu untuk melaporkan ke penegak hukum khususnya Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Seperti yang terjadi di wilayah hukum Polres Pandeglang, dimana dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru sekolah dasar terhadap siswanya sendiri yang masih dibawah umur, lepas dari jeratan hukum lantaran ketidak beranian pihak keluarga korban untuk melaporkan peristiwa yang memalukan tersebut ke kepolisian.

Menanggapi hal itu Ketua Umum Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) Propinsi Banten, Abas Ranta kepada banten indonesia satu, Sabtu (3/10/2020), angkat bicara.

Menurut Abas, pihaknya menyarankan masyarakat apabila menjadi korban atau mengalami tindakan asusila dan kekerasan terhadap anak, kiranya tidak takut dan malu untuk melapor ke pihak berwajib atau kepolisian dan atau lembaga lain yang berkompeten.

”Apabila kasus tindak pidana asusila dan kekerasan terhadap anak dibawah umur tidak ditindak lanjuti ke proses hukum, dikhawatirkan terjadi korban-korban lain. Hal ini harus ada pembinaan khusus terhadap korban untuk membangun mentalnya dari Traumatik dan pisikologi kejiwaanya,” ucap Abas

Dikatakan, sebagai generasi penerus bangsa, anak adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan sebuah bangsa dan negara, untuk itu, setiap anak perlu mendapatkan perlindungan dan kesempatan tumbuh berkembang secara optimal, baik fisik maupun mentalnya.

“Saya berharap kepada masyarakat dan seluruh elemen pemerintah terutama pihak penegak hukum bisa bersama-sama menjaga generasi penerus bangsa dari tindak kejahatan asusila atau kekerasan terhadap anak,” imbuhnya.

Abas menambahkan, dirinya bersama RPM akan selalu siap mendampingi dan mengawal proses hukum serta melakukan pembinaan mental terhadap korban dari tindakan kejahatan asusila dan kekerasan yang dilakukan terhadap anak. (Red)