Plang Penutupan Lokasi Galian Hilang, LSM GEMPAR Dan LPRI Sebut MUSPIKA Dan MUSPIDA Kabupaten Tangerang Tak Bertaring

Plang Penutupan Lokasi Galian Hilang, LSM GEMPAR Dan LPRI  Sebut MUSPIKA Dan MUSPIDA Kabupaten Tangerang Tak Bertaring

TANGERANG - Beberapa pekan lalu warga klebet kecamatan kemeri kabupaten tangerang melakukan aksi demo mendatangi lokasi galian dan meminta lokasi galian agar di tutup karna disinyalir tidak mempunyai izin dan dianggap meresahkan masyarakat.

Akibat dari aksi demo masyarakat satpol PP kabupaten tangerang melakukan penutupan dan pemasangan plang dilokasi galian, 

Namun sangat disayangkan selang beberapa hari setelah dilakukan penutupan lokasi plang tersebut hilang dan kegiatan galian kembali beroprasi.

Wakil ketua LSM GEMPAR, Nuryadi ketika ditemui indonesiasatu.id, di rumah kediamanya jalan raya otonom pasar kemis pada sabtu ( 19/9/2020 ) mengatakan, Kalau tidak ada tindakan baik dari aparat muspika atau muspida maka kami DPP LSM GEMPAR akan menidak lanjuti ke pemerintahan pusat. Karna saya nilai muspika dan muspida kabupaten tangerang tidak bertaring takut kepada pengusaha, ucap nuryadi wakil ketua DPP LSM GEMPPAR.

Foto. NURYADI, Wakil ketua DPP LSM GEMPPAR. 

Ditempat yang berbeda Usman hadi ketua DPD LPRI Provinsi banten, saat ditemui jurnalist indonesiasatu.id, di sekertariat DPD LPRI, di jln telaga bestari kabupaten tangerang, sabtu ( 19/9/20 ), mengatakan LPRI dan GEMPPAR akan menindaklanjuti permasalahan ini sampai ke pemerintahan pusat kalau memang muspika dan muspida kabupaten tangerang diam saja, 

Saya harap muspika dan muspida kabupaten tangerang segera ambil tindakan, kan itu pekan lalu lokasi sudah di tutup bahkan sudah di pasang plang penutupan lokasi galian, kenapa plang itu hilang dan oprasi galian masih berlanjut ada apa ini, bahkan galian tersebut makin menjamur ke beberapa wilayah kecamatan yang ada di kabupaten tangerang.

Foto. USMAN HADI, ketua DPD LPRI Provinsi Banten

seperti kecamatan rajeg, lokasi galian yang berada di desa jambu karya, dan kecamatan keronjo, Semua kegiatan galian tanah tersebut disinyalir tidak mempunyai izin resmi, ada apa ini." Ucap usman hadi ketua DPD LPRI provinsi banten.

Untuk konpirmasi terkait plang galian yang hilang, Sementara camat kemeri saat dihubungi melalui telpon wa, beberapa kali dihubungi oleh indonesiasatu.id tidak menjawab telpon whastup, 

( sopiyan )