Sapi Ternak UPPO Raib, Diduga Dijual Oknum Poktan

Sapi Ternak UPPO Raib, Diduga Dijual Oknum Poktan
Ternak Sapi UPPO Yang Diduga Dijual Oknum Poktan

PANDEGLANG, - Ternak Sapi pada Program Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) sebagai upaya memperbaiki kesuburan lahan guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Kabupaten Pandeglang tidak berjalan sesuai harapan. Pasalnya dari informasi yang didapat banten.indonesiasatu.id ada beberapa kelompok ternak diduga telah menjual sapi dari program tersebut.

Diketahui, dalam program UPPO, tidak hanya ternak sapi saja, melainkan ada beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti, kandang atau bangunan rumah kompos, kendaraan roda 3, dan alat pengolah pupuk organik.

Kuat dugaan hasil investigasi lapangan beberapa awak media Jurnalis Nasional Indonesia (JNI), pekan lalu tepatnya di Bulan Juli 2020, ternak sapi yang diduga telah dijual oknum Ketua Kelompok adalah Kelompok Tani Mekar Pawitan Desa Mahendra Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang.

Awak media pun mengetahui adanya berita acara penjualan ternak sapi program UPPO, yang ditanda tangani Atib selaku Sekertaris Kelompok Tani Mekar Pawitan, dan Ketua Kelompok Asdura pada Minggu 8 Maret 2020.

Ketika dikonfirmasi, Asdura selaku Ketua Poktan membenarkan adanya penjualan sapi ternak program UPPO.

"Kami membenarkan jika ternak sapi dari program pemerintah telah dijual, namun akan diganti kembali dengan kerbau," ungkap Asdura saat diwawancarai dikediamannya.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Iping Saripin, berjanji akan melakukan klarifikasi kepada Kelompok Tani Mekar Pawitan di desa Mahendra Kecamatan Cibaliung.

"Dari laporan informasi awak media terkait dengan adanya penjualan ternak sapi program uppo akan kami klarifikasi," ujar Iping

Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Dr. Nasir, SP., MBA., MP mengatakan akan segera melakukan monitoring dan evaluasi kaitan dengan penjualan ternak sapi program uppo dari Dinas Pertanian.

"Terima kasih atas informasi ini, dan kami akan segera monitoring dan evaluasi ke lapangan khususnya kelompok tani yang diduga telah menjual sapi dari program UPPO," pungkas Nasir (Red)